Jumat, 28 Oktober 2011

SELALU ADA KEBENCIAN YAHUDI


Ada ayat dalam al-Qur’an yang menginformasikan kepada umat Islam tentang suatu keadaan yang telah terjadi pada zaman nabi Muhammad dan akan terjadi hingga menjelang hari kiamat, tetapi sepertinya informasi itu oleh umat Islam terlewatkan begitu saja atau umat Islam tidak jeli terhadap informasi tersebut, sehingga umat Islam tidak mendapatkan manfaat apapun dari informasi tersebut, atau kemungkinan lain umat Islam telah mengetahui informasi tersebut tetapi tidak mau memanfaatkannya, atau sudah mau memanfaatkannya tetapi tidak tahu apa yang harus ditempuh.
Padahal, kalau umat Islam dapat memanfaatkan informasi tersebut, manfaat pasti yang akan diperoleh umat Islam adalah kejayaan dan kebahagiaan dunia akhirat, kejayaan yang dimaksud adalah terciptanya masyarakat Islam yang besar dan dapat menerapkan syariat Islam sehingga tercipta ketentraman dan kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh umat Islam itu sendiri dan oleh umat-umat yang lainnya.
Informasi yang dimaksud adalah :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. ….(QS. 2:120)
Maksudnya, Allah menginformasikan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani akan selalu benci kepada umat Islam sampai umat Islam mengikuti agama mereka, dalam lanjutan ayat dinyatakan mengikuti kemauan mereka, jadi orang-orang Yahudi dan Nasrani akan hilang kebenciaanya kepada umat Islam kalau umat Islam telah tunduk kepada kemauan mereka, kalau mereka menginginkan umat Islam tidak menerapkan syariat Islam dan umat Islam mengikutinya, maka mereka akan senang dan girang, seperti seorang raja yang titahnya diikuti oleh rakyatnya, kalau mereka menginginkan umat Islam tidak mengusik pornographi dan umat Islam mengikutinya maka hilanglah kebencian mereka.
Menurut pengamatan saya selama ini, orang-orang Yahudi menginginkan umat Islam tidak mengikuti agama Yahudi dan tidak keluar dari Islam, namun mereka menginginkan umat Islam jauh dari hukum/syariat/ajaran Islam. Mereka menilai agama Yahudi hanya pantas bagi orang-orang Yahudi, karena menurut mereka sorga diciptakan hanya untuk orang-orang terpilih seperti orang-orang Yahudi, anggapan mereka ini didukung oleh kitab mereka dan adanya kenyataan nabi-nabi terbanyak adalah keturunan Yahudi, mereka tidak rela kalau sorga diperuntukkan kepada umat di luar Yahudi.
Orang-orang Yahudi sangat berkepentingan untuk menjauhkan umat Islam dari ajarannya, al-Qur’an hanya sebagai bacaan belaka, dan syariat Islam hanya sebagai wacana belaka, tujuan mereka ini tidak lain adalah agar semua keperluan dan nafsu orang-orang Yahudi dapat terpenuhi dan tidak ada yang menghalangi, satu-satunya agama yang dapat mengetahui nafsu jelek orang-orang Yahudi adalah agama Islam dan ajarannya, oleh karena itu umat Yahudi sangat berkepentingan menjauhkan umat Islam dari ajarannya dan sama sekali tidak berkepentingan bahkan menolak umat lain untuk memeluk agama Yahudi. Mari kita lihat pidato Samuel Zuamir ketua Asosiasi Agen Yahudi pada konferensi Yerussalem tahun 1935 sebagai kongkritisasi kebencian mereka kepada Islam.
Saudara-saudara seperjuangan!
Anda sekalian termasuk orang-orang yang berkewajiban menjadi pahlawan Yahudi, berjuang menegakkan agamanya dan mengagungkannya di wilayah Islam, Oleh karena itu anda selalu memperoleh pertolongan dan pembelaan dari Allah yang Maha Agung dan Maha Suci. Saudara-saudara telah memperjuangkan misi agama Yahudi dengan baik sekali. Maka dari itu saudara selalu mendapat pertolongan dari Allah.
Kadang-kadang saya terbayang, walaupun saudara telah menunaikan tugas dengan baik, tetapi di sekitarmu masih terdapat orang-orang yang tidak memahami misi kita ini. Kami berani mengatakan, bahwa orang Islam yang lari dari agamanya lalu memeluk agama Yahudi, bukanlah orang yang sungguh-sungguh menghayati Islam, kebanyakan yang keluar dari Islam adalah salah satu dari yang tiga ini :
1. Anak yang tersisih dari keluarganya hingga apatis terhadap Islam dan tidak mengerti agama Islam yang benar.
2. Orang yang selalu masa bodoh terhadap perjuangan agama dan setiap hari hanya memikirkan isi perut saja. Ia menghadapi kemelut ekonomi dan memerlukan sesuap nasi.
3. Karena didorong oleh kepentingan pribadi.
Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa tujuan misi yang telah diperjuangkan oleh bangsa Yahudi dengan mengirim saudara-saudara ke negara-negara Islam, bukanlah mengharapkan kaum muslimin beralih ke agama Yahudi, walaupun itu petunjuk Allah yang diberikan kepadanya. Tetapi tugasmu adalah mengeluarkan mereka dari Islam dan tidak berpikir mempertahankan agama Allah atau berdialog dengan-Nya. Disamping itu saudara harus berusaha agar mereka tidak berbudi luhur.
Oleh karena itu, tugas saudara adalah membuka jalan agar kekuatan kolonial mampu menerobos benteng kerajaan Islam. Cara ini telah anda lakukan dengan baik seratus tahun lalu. Kita dan seluruh orang non Islam merasa sangat gembira dengan perjuangan saudara. Selama tiga abad yang lampau, kita telah mampu menguasai sektor pendidikan di negara-negara Islam yang independen dan yang telah terkilir oleh dominasi Yahudi maupun yang benar-benar telah dikuasai agen-agen kita.
Di wilayah negara-negara tersebut banyak perlindengan misionaris, gereja, organisasi dan sekolah yang mengikuti petunjuk negara Eropa dan Amerika. Banyak agen-agen yang bekerja di bawah tanah yang tidak boleh ditunjukkan sekalipun dengan isyarat. Semuanya bisa dari saudara dan berbagai macam kerjasama yang bisa membawa hasil gemilang. Hasil itu terbukti paling berbahaya dalam sejarah kehidupan manusia.
Saran yang telah saudara bawa saat ini ternyata mampu mengubah pikiran dunia mengikuti kita. Itulah jalan yang saudara perjuangkan dengan susah payah untuk mengeluarkan kaum muslimin keluar dari agamanya. Kini saudara telah berhasil mencetak kader bangsa yang tidak memahami hubungan dengan Allah dan memang tidak ada kemauan mengerti.
Saudara telah mengeluarkan kaum muslimin dari agama mereka meskipun mereka tetap enggan memakai baju Yahudi atau Kristen. Gaya hidup seperti itulah sasaran kaum misionaris, yaitu pemuda yang enggan bekerja keras, malas dan senang berfoya-foya, hanya belajar hal-hal sensualitas, mencari harta yang hanya untuk pemuas nafsu dan memburu jabatan demi hawa nafsu. Kini tugas saudara terlaksana dengan baik dan memperoleh hasil yang baik pula. Saudara telah mengagungkan kehidupan agama Yahudi. Kaum kolonial benar-benar gembira atas jerih payah-mu. Oleh karena itu, lanjutkan perjuanganmu demi risalah agamamu dan kini saudara telah mendapat berkat dari Allah.
Itulah misi orang-orang Yahudi saat ini, tidak mengeluarkan umat Islam dari Islam, tetapi cukup menjauhkan umat Islam dari ajarannya, dan misi itu nampaknya telah nampak hasilnya saat ini, banyak umat Islam yang senang berpakain nampak betis, dengkul, paha, pusar bahkan nampak keseluruhan, dan ketika diberi nasehat mereka justru membela Yahudi dengan mengatakan ini adalah hak asasi manusia dan tidak mengganngu orang lain, kemenangan majalah PLAY BOY dalam pengadilan adalah contoh pembelaan umat Islam kepada Yahudi, bukankah ini bukti vulgar yang ada di depan mata kita ? apakah kita tidak mengetahui adanya informasi Allah akan kebenciaan mereka terhadap Islam sehingga kita membiarkannya ? atau kita pura-pura tidak tahu akan informasi tersebut atau kita menilai itu bukan tugas kita untuk menghadangnya ? lalu apa refleksi dari mengaji al-Qur’an selama hidup kita ini kalau kita membiarkan saja kemungkaran yang nampak jelas di depan mata kita ? apa hanya orang-orang Ikhwanun Muslimin, FPI, Hitzbut Tahrir, MMI yang tahu dan peduli akan informasi dalam al-Qur’an 2:120 tersebut ?
Islam tidak akan jaya dengan menuntut ilmu saja di majlis, Islam tidak akan jaya dengan umat Islam yang kaya pengetahuan akan Islam tetapi tidak ada usaha untuk merealisasikannya, wahai saudara-saudaraku, apa artinya mengaku-aku sebagai ahlus-sunnah wal jamah atau bermanhaj salaf kalau sunah rasulullah SAW di injak-injak oleh mereka tetapi kita diam saja tidak bersikap seperti para ahlus-sunnah dan para salafus-sholeh yang tidak hanya beramar-ma’ruf tapi juga nahi mungkar, jujur saja, apakah kita sudah nahi mungkar ?
….orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”.
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang ……(QS. 7:156-157)
padahal kebenciaan mereka dan penghancuran mereka terhadap Islam telah nyata di depan mata kita ?
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (me-nimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami te-rangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. 3:118)
Apakah kita pantas menyebut diri kita telah mengikuti sunah rasul atau mengikuti jejak para salafus-sholeh kalau kita hanya amar ma’ruf dan meninggalkan nahi mungkar, mengajak kepada kebaikan saja sementara kita diam saja pornographi menyerang umat Islam, kita diam saja bahkan senang ketika FPI dikalahkan dalam persidangan dalam kasus majalah PLAY BOY ? atau kita justru mengutuk FPI yang telah melakukan nahi mungkar karena menurut kita caranya salah, baiklah, katakanlah FPI salah dalam melakukan nahi mungkar, lalu apa yang telah kita lakukan untuk mencegah pornographi dan kemungkaran-kemungkaran seperti yang telah FPI lakukan, mencegah orang melakukan seks bebas di hotel-hotel, mencegah didirikan diskotik yang di dalamnya beraroma alkohol, sensualitas dan seksualitas ?
Pernahkan kita membongkar kuburan yang dikramatkan seperti Muhammad bin Abdul Wahab lakukan, atau berjihad seperti Ibnu Taimiyah berjihad, atau berjihad seperti Imam Ahmad berjihad meluruskan pemerintahan dengan berani mengorbankan nyawanya ? padahal kita mengatakan diri sebagai ahlus-sunnah waljamaah atau bermanhaj salaf sementara FPI, IM, Hitbuttahrir, NU, Muhammadiyah dan lain-lain kita nyatakan tidak mengikuti sunnah ? Marilah kita bahu-membahu memerangi kemungkaran, janganlah kita hanya bisa menkritik FPI, IM, Hitbut-tahrir, NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya tetapi kita tidak bisa mengkritik diri kita sendiri bahkan kita tidak bisa memperoleh hasil seperti yang telah mereka perjuangkan dan pasti hal itu tidak akan bisa tercapai, karena al-Qur’an dan Hadits sudah mengisyaratkan umat Islam yang bercerai berai tidak akan bisa menegakkan agama Allah ini.
Janganlah kita menuduh mereka sebagai ahli bid’ah untuk menghindari bersatu dengan mereka dalam melawan kemungkaran bersama mereka, bukankah meninggalkan kemungkaran juga tidak sesuai sunnah, bukankah rasulullah di samping mengajak kebaikan juga mencegah kemungkaran, bukankah para salafus-sholeh di samping mengajak kebaikan juga mencegah kemungkaran ? Janganlah kita membenarkan diri dengan menyatakan yang penting akidahnya benar dulu lalu meninggalkan mencegah yang mungkar, bukankah rasulullah juga mencegah kemungkaran seperti pelacuran, mabuk-mabukan, pencurian dan lain-lain di samping menanamkan akidah yang benar ?

Marilah kita merespon informasi Allah akan kebencian Yahudi kepada Islam, dan kebencian itu telah nampak nyata di depan mata kita, dan kita tidak dapat menangkalnya dengan hanya mengatakan “orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang” tapi kita perlu usaha secara fisik, kita harus perjuangkan hukum agar para pelaku pornographi terjerat oleh hukum, karena mereka tidak akan meninggalkan pornographi bila kita hanya menyampaikan bahwa pornographi adalah dosa besar, tetapi kita perlu berusaha membuat sebuah aturan agar mereka tidak melakukan pornographi. Dan itu hanya bisa dilakukan melalui legalitas pemerintahan.
Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang cerdik dan ahli dalam memperjuangkan misinya, mereka tahu, bahwa pornographi disebuah negara hanya akan bisa dicegah melalui legalitas pemerintah, oleh karena itu mereka berusaha masuk dalam pemerintahan dan menebarkan ajaran Liberalisme dan berusaha melegalkan pornographi melalui pemerintahan.
orang-orang PKI kepada orang-orang Islam yang memperjuangkan Islam melalui parlemen, kata orang-orang PKI :
“Agama itu suci dan politik itu kotor, jangan campurkan yang suci dengan yang kotor, maka jangan campurkan agama dan politik”
Begitu juga sekarang ini yang dihembuskan oleh orang-orang Yahudi dan Barat,
“Demokrasi itu bukan dari Islam tetapi dari Barat, maka Islam jangan diperjuangkan melalui demokrasi”,
tujuan dari hembusan provokasi itu adalah agar umat Islam menjadi sekular, Islam cukup dalam kajian majlis dan dalam wacana saja dan harus menjauhi parlemen yang akan mengurus kehidupan antar manusia.
Apakah provokasi orang-orang Yahudi tersebut berhasil ? betul sekali, orang-orang Yahudi telah berhasil membuat sebagian umat Islam mengharamkan demokrasi dengan dalih bahwa demokrasi bukan berasal dari Islam melainkan dari Barat, bahkan ada yang mengkafirkan orang-orang yang ikut demokrasi/pemilu.
Padahal dengan tidak mengikuti demokrasi di Indonesia ini, secara tidak sadar mereka telah sekular, bagaimana mereka akan melegalkan pelarangan pornographi kalau tidak melalui pemerintah, bagaimana mereka akan menangkapi para pelacur dan hidung belang kalau tidak melalui pemerintah ? Bukankah semua itu kewajiban agama yang harus dilaksanakan ? Itulah keberhasilan Yahudi dalam menjauhkan umat Islam dari ajaran/syariatnya.
Marilah kita menyadari, bahwa di Indonesia ini, bila kita meninggalkan demokrasi berarti hal itu sama saja dengan meninggalkan parlemen, dan meninggalkan parlemen sama halnya dengan meninggalkan nahi mungkar, dan semua itu menguntungkan Yahudi dalam melampiaskan kebenciaanya terhadap Islam yang sangat nyata.
sumber: http://demokrasiku.wordpress.com/2007/11/06/hello-world/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda sangat berarti bagi kami,,,,Terimakasih sebelumnya,